Tampilkan postingan dengan label rose. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rose. Tampilkan semua postingan

Catatan Hari Ini


Aku melihatnya. Masih seperti kemarin siang, aku melihatnya duduk di atas trotoar pinggir jalan. Wajah keriput dan kulit legamnya seakan menceritakan betapa keras kehidupan yang pernah dilaluinya. Topi bundar lusuh yang sedikit terkoyak seakan tak mampu melindungi kepala rapuhnya dari sengatan matahari bulan Mei. Dengan tongkat ala kadarnya sebagai penopang tubuhnya (mungkin juga sebagai penopang hidupnya) ditemani wadah plastik bekas sabun yang digunakan sebagai penampung uang receh yang diberikan oleh para penderma yang masih peduli meliriknya (karena para dermawan sekarang lebih suka menyalurkan sebagian rizkinya melalui suatu lembaga sosial yang sudah sangat menjamur di kota tempat tinggalku ini,dengan beragam penawaran dan fasilitas yang dijanjikan melalui buletin atau spanduk dan alat promosi lainnya) duduk bersandar pada tembok sebuah bangunan yang katanya adalah bekas sebuah kantor apa aku lupa.Hmm, ternyata bajunya sudah ganti. Walaupun masih terlihat kumal dan lusuh. Matanya menatap kosong ke jalan raya. Kadang - kadang saja dia menatap lekat pada beberapa pengguna jalan yang melintas di depannya.

Hari ini dia mendapat lemparan uang receh lima ratusan dari seorang bocah yang memakai baju seragam putih merah. Syukurlah, kau masih memiliki secuil jiwa empati nak..pujiku pada seorang bocah perempuan berambut ikal dengan bando merah di kepalanya. Matanya tak lepas memandang laki - laki tua yang baru saja dilempari uang receh lima ratusan olehnya. Apa yang kau pikirkan sayang ? tanyaku menerka jalan pemikiran bocah imut nan penderma itu. Sambil berlalu dan sesekali masih menoleh pada sosok yang baru saja dilempari uang receh lima ratusan itu, ia tersenyum. Wow..! pemandangan yang jarang sekali ku tahu. Cepat kualihkan bola mataku pada laki - laki tua itu. Ouw..ternyata dia memberikan senyum termanisnya pada bocah perempuan imut itu sambil mengangguk tanda terima kasih (mungkin).
Baca Selengkapnya
 

Bunda


Lekuk keriput pada wajah setengah bayamu
samar ku lihat gurat lelah di sana
Namun tertutup oleh ulas senyum ikhlas

Bening kaca tak lagi terpancar seperti dulu
kabut tipis tlah halangi penglihatan rapuhmu

Tak peduli..
Masih saja kau bangun dini
Persiapkan segala tetek bengek tuk pujaan hati

Kulit berkerut purut
jari lemah nan kokoh masih sudi temani
di sisa usia yang semakin menepi senja

Bunda....
Tak tahu apa yang dapat ku persembahkan
Tak cukup rasanya dengan beribu rumah megah
ataupun berjuta mobil mewah
Peluh dan air mata yang menghiasi hari - harimu
lebih indah dibanding berlian yang kusematkan
di sela jemarimu

Bunda...
Tetap sematkan doa - doamu untukku

Baca Selengkapnya
 

Hanya Ini



Dan aku tak ingin meninggalkanmu sendiri
dalam kesedihan
dalam kesendirian
dalam kekecewaan
dalam ketidakterimaanmu

Sebisa mungkin ku ada di sisimu
walau pada bagian yang teramat jauh
tak banyak yang dapat ku beri
karena memang aku hanya seorang hamba yang tiada arti

Tidakkah kau mau sadari
duhai sahabat belahan hati
apalah arti jiwa yang selalu menyepi
meratapi diri yang tlah terpatri
pada lembaran yang dikuasai Illahi

Hanya untai doa yang tiada bertepi
yang dapat kusembahkan di panjang hari
Untukmu....
Baca Selengkapnya
 

aku mencoba




aku mencoba tuk berdiri sendiri
Baca Selengkapnya