Samakah Kelinci dan Terwelu ?

Serupa tapi tak sama. Itulah sebutan yang pas untuk kelinci dan terwelu. Keduanya memang berkerabat dekat. Sama - sama bertelinga dan berkaki panjang, bergerak dengan cara melompat, memiliki sepasang gigi tambahan pada rahang atas, sama - sama makan tumbuhan dan memiliki ekor yang pendek.

Terwelu dan Kelinci


Kelinci dan terwelu memiliki telinga yang panjang karena untuk menjaga tubuhnya agar tetap sejuk di bawah sengatan matahari.
Pernahkah kamu memperhatikan daun telinga kelinci dan terwelu ? Yuk, kita perhatikan sama - sama...Yups ! kamu benar ! Kita akan melihat dan menemukan banyak sekali pembuluh darah di sana. Di situlah (pada daun telinganya) tubuh kelinci dan terwelu melepaskan panasnya sehingga dia tidak perlu berkeringat.

Dalam keadaan ketakutan terwelu dapat berlari dengan kecepatan 70 km/jam. Wow...! hebat bukan...???

Hmm, sekarang apa sih, perbedaan  kelinci dan terwelu ?
Kelinci
  • Telinga kelinci lebih pendek dengan ujung telinga yang membulat berwarna hitam.
  • Tubuh kelinci lebih pendek dan membulat (panjang tubuh hingga kepala lebih kurang 48 cm)
  • Anak kelinci terlahir belum berambut dan matanya masih tertutup. Kelinci cepat berkembang biak. Dalam setahun kelinci betina dapat melahirkan bayinya lebih dari 20 ekor setahun.
  • Kaki belakang kelinci lebih pendek dari terwelu.
  • Habitat : padang atau lapangan berumput pendek.
  • Tinggal di dalam liang secara berkelompok, yang disebut liang kelinci (warren).

Terwelu
  • Telinga terwelu lebih panjang dengan ujung telinga yang sedikit meruncing.
  • Tubuh terwelu lebih panjang dan ramping (panjang tubuh hingga kepala lebih kurang 44 - 76 cm)
  • Saat dilahirkan anak terwelu sudah memiliki rambut dan matanya sudah terbuka. Dalam setahun terwelu betina hanya dapat melahirkan 2-3 ekor bayi terwelu.
  • Kaki belakang terwelu lebih panjang, sehingga terwelu pandai berlari.
  • Habitat : daerah pedesaan terbuka, lahan pertanian,kawasan hutan dan gunung - gunung.
                • Terwelu tidak tinggal di dalam liang melainkan di sarang terbuka.
Oya, ada yang bilang jika terwelu ini kelinci liar. Tidak salah, memang. Karena ia memang hidup liar. Hal ini berbeda dengan kelinci yang sudah banyak dijinakkan dan dipelihara.

Eh, ternyata kelinci suka makan kotorannya sendiri lho...
Hiii...jorok ya ?!
 Supaya tahu nih, ternyata kelinci menghasilkan dua jenis kotoran. Kotoran yang jenisnya padat dan kotoran yang jenisnya lunak.
Nah, kotoran yang jenisnya lunak (Cecotroph) inilah yang dimakan oleh kelinci. Di dalam Cecotroph mengandung bakteri pencerna serat yang bermanfaat bagi pencernaan kelinci.


*http://adiyatrasyid.blogspot.com
  Mayangsari S.Si,500 Fakta Paling WOW di Dunia, Jakarta : Cmedia, 2011
  Sumber - sumber lain

The Author : Unknown ~ Di sini aku ingin berbagi,menuangkan tangis,sepi,cinta dan senyuman

PostingSamakah Kelinci dan Terwelu ? ini dipublish oleh Unknown pada hari Rabu, 23 Mei 2012. Adakah engkau yang bisa mengerti tentang galau rembulan di ujung sepi,mengurai bait kemurungannya bersama seulas mendung yang mungkin takkan bisa mengerti 0 komentar: di postingan Samakah Kelinci dan Terwelu ?
 

0 komentar:

Posting Komentar