Hanya Ini



Dan aku tak ingin meninggalkanmu sendiri
dalam kesedihan
dalam kesendirian
dalam kekecewaan
dalam ketidakterimaanmu

Sebisa mungkin ku ada di sisimu
walau pada bagian yang teramat jauh
tak banyak yang dapat ku beri
karena memang aku hanya seorang hamba yang tiada arti

Tidakkah kau mau sadari
duhai sahabat belahan hati
apalah arti jiwa yang selalu menyepi
meratapi diri yang tlah terpatri
pada lembaran yang dikuasai Illahi

Hanya untai doa yang tiada bertepi
yang dapat kusembahkan di panjang hari
Untukmu....
Baca Selengkapnya
 

Impian Pendidikan di Indonesia



Bangsa yang kaya raya ini membutuhkan pendidikan yang kreatif sejak jenjang pendidikan TK-SD. Pendidikan yang kontekstual, harus tumbuh dan berpijak pada bumi pertiwi. Pendidikan yang mau menundukkan kepala, sederhana, rendah hati dan mau menyapa semua anak. Siapapun mereka, ya anaknya petani, anaknya buruh pabrik, anaknya tukang cuci, anaknya pejabat, anaknya konseptor, anaknya anggota dewan, termasuk anaknya koruptor. Semua anak tanpa terkecuali adalah anak-anak penghuni masa depan  di atas Bumi Pertiwi kita tercinta. Mereka harus mampu hidup bersama dalam silaturahim yang diusung burung Garuda yaitu, "Bhinneka Tunggal Ika".

Pendidikan yang kreatif akan menumbuhkan berbagai inovasi yang menyejahterakan para guru, yang hingga sekarang masih saja terbelenggu berpikir pada kebutuhan dasar. Mampu melahirkan para pedagang, perdagangan, dan dunia industri yang jujur dan amanah. Dunia industri yang dapat dipercaya dan inovatif,  hingga mampu menaikkan ekonomi per kapita rakyat Indonesia.

Kreativitas adalah penakluk kemanusiaan yang hakiki. Kreativitas diyakini mampu meningkatkan hirarki kemanusiaan menuju aktualisasi diri untuk menaklukkan  berbagai kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan,kesombongan, mental korup, konsumtif dan hedonis.


*Dari berbagai sumber
Baca Selengkapnya
 

GAYA BELAJAR I


Setiap anak memiliki gaya belajarnya masing – masing. Ada anak yang suka dengan mendengar (audio), ada yang suka mengamati (visual), dan ada yang menggunakan phisiknya (perabaan tangan) dalam melakukannya (kinestetik).
Gaya Belajar Auditori
Telinga merupakan alat yang ampuh bagi anak dengan gaya belajar auditori. Mereka suka mendengar penjelasan guru. Bentuk pertanyaan yang kreatif melalui pertanyaan terbuka, diskusi, orasi, bercerita penuh inspirasi akan sangat membantu mereka dalam proses pembelajaran.
Gaya Belajar Visual
Mereka sangat senang menggunakan mata mereka untuk mengamati sesuatu, melukiskan melalui tangannya, mewarnai, membentuk, dan menggerakkannya. Dimensi spasial dalam bentuk gambar membuat otaknya bagaikan bioskop “movie brain”. Mereka akan amat senang jika diminta mendemonstrasikan kecakapan mereka di antara teman.
Gaya Belajar Kinestetik
Mereka amat senang mendemonstrasikan belajar dengan menggunakan gerakan kasar dan halus. Meraba dan merasakan sesuatu untuk mengenal tekstur benda – benda yang menarik hatinya.
Baca Selengkapnya
 

JEMU



bergelayut pada langit-langit rindu

hadirmu entah begitu saja berlalu

ya,seakan aku tak pedulikan dirimu

dan memang...

AKU SANGAT TAK PEDULI !!!

buat apa menyobek langit kelam

hanya kan tumpahkan jelaga jiwa yang kan kotori dunia

dunia yang penuh muslihat

hhgggghh...

hancurkan saja asa yang cuma setitik itu
Baca Selengkapnya
 

Adik


Apa yang ada dalam benakmu dik...??

oh, kau ingin seperti mereka ?

yang bisa makan setiap hari

nasi, lauk, sayur, ditambah buah dan susu...

Sabar ya dik,

bapak kita masih sibuk mencari rongsokan

bekas makan minum mereka yang dapat ditukar uang

Dik, bantu bapak cari tambahan

ngamen itu bukan ngemis

biar saja mereka pandang kita sinis

gak' usah digubris

Apa yang mereka tahu tentang kita, dik?

anak - anak pengamen yang bau dan ga' kenal bangku sekolah

siapa suruh mereka cuma lihat kita

kalau berani...

bayarin nih, buku - buku sekolah kita

Ga' papa dik,

walau cuma dapat sepeser

setidaknya inilah rezeki yang diberikan Tuhan kita hari ini

Usap air matamu dik,

jangan tunjukkan pada mereka

kita tidak lemah dik,

nasib saja yang mengusung kita di persimpangan ini

atau di terminal tempat kita bertemu

orang - orang borju yang ga' tau malu

*persembahan untuk Rien pada 90598

Baca Selengkapnya
 

Kaffee

"Ich konnte gestern lange nicht einschlafen, weil ich zuviel Kaffee getrunken hatte." sagt Karins Mutter.
Kaffee enthaelt Koffein, und das regt an.Wenn man sehr oft Kaffee trinkt,kann das Koffein fuer den Koerper schaedlich werden.
Kaffeebaeume wachsen in warmen Gebieten, zu Beispiel in Brasilien in Suedamerika. Bis zu acht Meter wird dieser Baum hoch, an dem die Kaffeekirschen reifen. Ihre Samen sind die Kaffeebohnen. Bevor man sie zum Kaffeekochen verwendet, roestet und mahlt man sie.
Das duftende Kaffeemehl uebergisst Mutter mit kochendem Wasser.  'Das riecht richtig  gut." sagt Karin. Mutter trinkt den Kaffee ohne Milch und Zucker. Karin mag  den Geschmack ueberhaupt nicht, stellt sie fest, als sie einen  schluck versucht.
Baca Selengkapnya
 

JADILAH GURU ISTIMEWA


Seringkali kesibukan sekolah didominasi oleh kegiatan kognitif atau akademik. Sehingga menyisakan sedikit perhatian untuk praktik - praktik berperilaku. Padahal jika guru mampu merawat interpersonal dan intrapersonal yang ada di sekolahnya, itulah cara cepat meraih kesuksesan di bidang akademik.Ilustrasi di atas membuktikan bahwa kesuksesan di bidang akademik bersumber dari hati. Hati yang senang akan mampu menyelesaikan tugas - tugas akademik dengan baik.Ada beribu cara  yang patut untuk merawat hubungan interpersonal dan intrapersonal dengan murid - murid kita. Mereka tidak akan peduli seberapa besar kepedulian kita kepada mereka, hingga mereka tahu sendiri seberapa jauh kita telah melakukannya untuk mereka... 

Guru sebagai seorang Entertainer
Seorang guru harus dapat menghadirkan diri di hadapan anak - anak didiknya sebagai seorang "penghibur".  Seorang penghibur yang siap menghdapi suasana emosi anak, yang pintar membaca perasaan anaknya. Apakah anak didiknya sedang bosan,capek, lelah, kepanasan, sedih, kecewa, putus asa dan sebagainya. 
Tampilkan Diri semenarik mungkin 
Berpakaianlah dengan rapi, bersih, dan sopan. Bagi guru wanita, mestinya berdandan dengan pakaian warna- warna cerah, menggunakan aksesoris atau warna sepatu yang serasi, berkerudung yang rapi dan menawan, adalah bukan suatu masalah untuk tampil menarik di hadapan anak - anak didik tercinta.
Semuanya terletak pada keinginan guru untuk dapat hadir sebagai seorang guru istimewa di hadapan anak - anak yang juga sangat istimewa baginya.
Pintar bercerita 
Hendaknya memilih cerita - cerita yang berkarakter,sehingga anak - anak dapat larut dalam emosi yang sehat. 
Menghadirkan suasana yang nyaman sangat tergantung pada kemampuan guru dalam bercerita, warna suara,penjiwaan, dan ekspresi wajah guru . Guru yang pintar bercerita akan memicu perasaan anak seketika ke alam fantasi dan imajinasi yang dibutuhkan untuk menajamkan perasaan berpikir. Alangkah senangnya ketika anak - anak tertawa, sedih, sebel,kesal, marah, dan timbulnya ingin tahu yang sangat besar.
Melalui cerita - cerita berkarakter inilah diharapkan timbul perilaku proporsional, empati, dan sebagainya yang akan membangun karakter, akhlak, budi pekerti dalam diri anak - anak didik.
Pintar bernyanyi
Rasanya menyanyi bukanlah hal yang sukar. Namun jarang sekali ada seorang guru yang mau jadi penyanyi buat anak - anak didiknya. Jadikan hari - hari di kelas sebagai hari - hari ceria dengan bernyanyi bergembira saat suasana mulai membosankan hati anak - anak.
Pintar berpuisi
Dalam berpuisi dibutuhkan ekspresi total mulai dari mimik wajah, alunan suara, dan gerakan tubuh. Diharapkan guru dapat mengajak anak didik untuk membuat puisi sendiri sesuai dengan keinginan dan kemampuan mereka masing - masing.
Pintar menari
Guru pintar menari tidaklah mutlak. Namun minimal memiliki gerakan tubuh yang luwes, supel, lentur, sehingga dapat harmoni menyesuaikan diri dengan gerakan anak - anak didik mereka yang dinamis.
Pintar memainkan alat musik
Akan sangat mengagumkan apabila seorang guru mampu memainkan alat - alat musik sederhana seperti meniup seruling,puput serunai batang padi, memukul rebana atau memetik gitar.
Rasanya belumlah terlambat jika mulai sekarang guru - guru berlatih sedikit cakap bermain musik, dan tidak perlu jago - jago amat.

Jika semua guru sudah dapat menguasai beberapa hal di atas, maka itulah magnit yang akan menarik hati dan kekaguman anak kepada gurunya, sehingga membuat murid - muridnya rindu untuk bertemu dengan gurunya.

*dikutip dengan beberapa perubahan dari Membangun Komunikasi Interpersonal, KEINDAHAN BELAJAR DALAM PERSPEKTIF PEDAGOGI oleh  D U FAIZAH, 2002.
Baca Selengkapnya